Sevilla Mengakui Steven N_Zonzi Ingin Keluar

Klub sepakbola Sevilla mengakui bahwa Steven N’Zonzi memang ingin meninggalkan klub. Akan tetapi direktur sepakbola klub, Joaquin Caparros mengatakan sang pemain akan dipasang harga 35 Juta Euro.

Steven N’Zonzi telah mengatakan dengan jelas kepada pihak Sevilla bahwa dirinya ingin dijual. Joaquin Caparros selaku direktur sepakbola juga mengkonfirmasi hal tersebut.
Pemain kelahiran Prancis tersebut telah menjadikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di LaLiga setelah bergabung dengan Stoke City pada tahun 2015. Dirinya banyak memiliki penggemar berkat kemampuan bermainnya ditambah dengan sikap naturalnya yang tenang.
N’Zonzi sendiri sempat dikaitkan ingin pulang ke Premier League pada tahun lalu. Kabar tersebut mengatakan bahwa dirinya ingin kembali ke Inggris karena ingin lebih dekat dengan anaknya di London. Akan tetapi tidak ada tindakan hingga saat ini.
Spekulasi berikutnya bangkit pada tahun ini setelah N’Zonzi ikut berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018. Dikabarkan sudah ada Arsenal, Barcelona dan Roma yang menunggu untuk mendapatkan sang pemain.
Akan tetapi pihak Sevilla bersikeras mereka tidak akan menjual pemain tersebut kecuali ada klub yang ingin membeli klausul sang pemain dengan harga sekitar 35 Juta Euro.
“N’Zonzi ingin keluar, tetapi dia sadar bahwa dirinya masih memiliki kontrak dua tahun bersama kami,” Ucap Caparros yang dilansir dari FourFourTwo.
“Saya sudah bicara dengannya, saya memiliki hubungan yang baik dengan pemain, bahkan kami sering menjalani kontak ketika Piala Dunia diadakan dan kami tidak pernah berbicara soal Roma.” Lanjutnya
“Pada akhirnya dia bisa pergi, tetapi memang benar bahwa kami masih harus menjaganya mengingat dia masih memiliki kontrak dua tahun.”
“Dia telah menjadi juara internasional dan memiliki kesempatan untuk menjadi juara dunia, keberhasilan yang datang kepadanya ketika dia ada di Sevilla.”
“Dia masih memiliki klausul. Jika pada akhirnya ada seseorang yang akan datang untuk menanyakan sang pemain, ketika seseorang tau bahwa masih ada klausul, atau mereka harus membuat penawaran yang sangat dekat dengan ketentuan kami.”
“N’Zonzi mengetahui apa yang kami inginkan darinya. Dia adalah seorang pesepakbola yang sekarang sedang dijual dan tau bahwa dirinya harus membawakan penawaran yang membuat kami menarik melihatnya, dan jika dia tidak mampu, maka dia masih memiliki kontrak dua tahun yang harus dijalani.”

Sarri Yakin Akan Ada Masalah Dalam Chelsea

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri, mengingatkan akan ada masalah selama di satu bulan awal musim ini di tubuh tim Chelsea. Masalah tersebut dikarenakan dirinya tidak mampu mempersiapkan tim secara maksimal.

Chelsea sendiri akhir-akhir ini mengalami banyak hal yang merubah mereka secara signifikan. Hal tersebut mengakibatkan pihak Chelsea tidak dapat mempersiapkan diri secara maksimal. Sarri pun mengaku efek samping hal tersebut akan sangat berdampak pada paruh pertama musim 2018-19.
Salah satu perubahan dalam tubuh Chelsea adalah pergantian kepala pelatih yang sebelumnya adalah Antonio Conte diganti dengan Maurizio Sarri. Pergantian tersebut memakan proses yang lama karena pihak Chelsea yang tidak kunjung memberi keputusan.
Pemecatan Conte juga mengakibatkan sang pelatih jadi berseteru dengan pihak atas Chelsea. Conte dikabarkan akan menuntut pihak Chelsea karena dirinya merasa dirugikan.

Selain soal pergantian pelatih, Chelsea juga menghadapi masalah di persiapan karena adanya Piala Dunia 2018. Beberapa pemain penting Chelsea tidak ikut bergabung dalam perjalanan pramusim, dan baru datang menjelang musim baru. Hal tersebut dikarenakan pemain-pemain itu sedang menjalani masa liburan.
“Performa tim pada paruh pertama musim tidak akan segaris dengan potensi yang dimiliki oleh skuat,” Buka Sarri ketika diwawancarai.

Sarri sendiri baru dapat memulai persiapan Chelsea setelah pramusim dimulai. Alhasil Chelsea kesulitan dalam menghadapi awal musim.
“Yang pastinya, pada saat ini, kami tidak dalam kondisi teratas dari potensi kami,” ucap sang pelatih.
“Kami menjalani pramusim dengan – apa yang saya bisa bilang – tidak biasa, mungkin. Jadi kami sedang tidak berada dalam kondisi puncak. Saya sendiri berharap dapat berada dalam puncak pontesi dari skuat kami dalam satu atau dua bulan.”
“Saya berharap pada paruh kedua musim ini kami akan bermain sangat baik dengan poin yang banyak. Pada paruh pertama saya perkirakan akan ada beberapa masalah.”

Pada musim lalu, ketika Chelsea masih dibawah naungan Conte, mereka hanya mampu finis di peringkat kelima. Pada saat itu The Blues dinilai terlalu defensif dan mereka juga punya masalah dalam mencetak gol.
Sementara itu, Sarri mengaku dirinya akan berusaha untuk mengatasi masalah dalam Chelsea.
“Saya pikir rencana sempurna saya pada masa pramusim tidak sepenuhnya sejajar dengan rencana dari klub.” Lanjutnya.
“Tugas saya adalah berada dilapangan untuk mengembangkan pemain saya. Tugas saya untuk mencoba memenangi pertandingan. Ini bukan soal mendatangkan pemain baru.”
“Tahun depan saya akan mencoba dan merubah pramusim secara sepenuhnya. Saya datang pada pertengahan Juli, jadi disitulah masalahnya. Saya perlu menerimanya, tetapi di masa depan nanti, semuanya akan lebih baik.”

Paul Pogba Bangga Jadi Kapten

Pemain gelandang Manchester United, Paul Pogba mengaku dirinya merasa senang karena sudah dipercayai untuk mengenakan gelang kapten pada pertandingan dini hari tadi. Dirinya mengaku tugas kapten merupakan tugas dengan tanggung jawab yang besar dan dirinya merasa terhormat karena mendapatkan amanah untuk mengemban tanggung jawab itu.

Pada pertandingan Manchester United vs Leicester City pada dini hari tadi, Jose Mourinho memberikan kepercayaan kepada Pogba untuk menjadi kapten tim. Dirinya diberikan tugas tersebut karena kapten MU sebelumnya, Antonio Valencia masih mengalami cedera.
Dan sepertinya dengan diberikan gelang kapten, Pogba langsung bersemangat. Terbukti dari permainan impresifnya pada menit ke-tiga ketika dirinya mencetak gol pertama setan merah. Meskipun golnya sendiri terjadi lewat tendangan penalti setelah pemain Leicester melakukan handsball.
Akan tetapi Pogba tetap sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan timnya kepadanya.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan sebuah kehormatan untuk mengenakan ban kapten ini,” Ujar Pogba yang dilansir dari halaman resmi Manchester United.

Rasa senang dan hormat tersebut datang karena Pogba mengaku dirinya telah mengikuti jejak legenda-legenda klub.
“Banyak pemain besar dalam sejarah klub yang telah memakainya. Ini merupakan sesuatu yang hebat. “
“Dan untuk menang pada hari ini merupakan hal yang paling penting. Saya mencetak gol lewat penalti, saya sangat senang dan sangat bahagia kami mengawali musim dengan kemenangan.”

Pogba juga mengaku seluruh rekan yang berada di tim merupakan pihak yang membuatnya percaya diri untuk menjalankan tugas tersebut dengan sepenuh hati.
“Bukanlah suat peran yang harus anda lakukan. Saya pikir dengan semuanya, seluruh pemain, seluruh rekan setim, yang membuat anda nyaman mengenakan ini dan bangga memakainya.”

Dirinya juga sangat berterima kasih kepada para fans serta Michael Carrick yang sudah mempercayakan segalanya kepada dirinya.
“Bahkan sosok seperti Michael Carrick datang untuk berbicara kepada saya dan mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya mengenakannya karena seluruh hal yang telah saya berikan kepada klub, kepada orang-orang, kepada fans, kepada para pemain muda di akademi.”
“Karena hal-hal tersebut membuat mereka percaya kepada saya. Saya ingin mengembalikan kepercayaan tersebut dan selalu memberi yang terbaik serta berterima kasih kepada para fans dan rekan-rekan setim saya.”

Dengan kemenangan pada dini hari tadi, Manchester United saat ini dalam posisi memimpin sementara di klasemen Liga Inggris dengan 3 poin.

Naby Keita Gembira Karena Saling Mengerti Dengan Daniel Sturridge

Naby Keita saat ini sedang gembira karena sudah mampu saling mengerti satu sama lain dengan baik dengan Daniel Sturridge. Hal tersebut dikarenakan mereka berdua akan mendapatkan peran yang penting di Liverpool.

Sang pelatih Liverpool, Jurgen Klopp telah memberikan Daniel Sturridge sebuah peran yang lebih besar di Liverpool. Dan sekarang dengan bergabungnya Naby Keita, pasukan yang akan membantu barisan bagian depan akan semakin kuat.
Sturridge, yang menghabiskan setengah dari musim lalu sebagai pemain pinjaman di West Brom, merasa bahagia karena mendapatkan pembaruan tujuan ketika kembali ke Anfield.
Pemai yang berumur 28 tahun tersebut telah bermain secara regular pada masa pramusim. Dirinya juga sudah mencetak total empat gol. Hal tersebut sudah membuatnya dipercaya untuk menjadi pemain regular di musim baru.
Pemain baru Keita, yang mana sudah ikut bergabung di pasukan melawan West Ham pada laga pertama Premier League hari Minggu nanti, mengatakan Sturridge memiliki nilai yang besar hingga keluar pertandingan.
“Saya harus bilang bahwa saya memiliki rasa hormat yang besar untuknya,” Ucap Keita pada lama resmi klub.
“Saya telah menghabiskan waktu yang banyak bersama dengan dirinya pada akhir bulan ini dan semuanya telah bersikap sangat baik kepada saya dan sangat bersahabat,” Lanjutnya.
“Akan tetapi Daniel pastinya merupakan seorang pemain dengan pengalaman yang luar biasa dan dia juga merupakan pemain yang sangat bagus.”
“Seperti kebanyakan pemain lainnya, dia memiliki rasa humor yang bagus, tetapi dia juga sering memberikan saya saran soal membaur dengan klub dan juga soal rasa motivasi.”
“Dia merupakan pemain yang sangat positif dan juga memotivasi, jadi pada bulan ini telah menjadi bulan yang sangat baik dan saya telah menghabiskan banyak waktu bersama dengannya. Dia adalah pria yang hebat.”

Keita mengaku proses pengembangan rasa kepercayaan satu sama lain merupakan hal yang wajar pada setiap pemain, dirinya pun telah melakukan hal tersebut bersama dengan Sturridge.
Dan pada ahkirnya Naby Keita mengaku sangat senang karena memiliki kesempatan untuk bermain bersama pemain seperti Daniel Sturridge.
“Ini sama dengan seluruh pemain, anda membangun hubungan yang baik di lapangan dan saya pastinya telah melakukan hal tersebut bersama dengan Dan.”
“Ini sama dengan semuanya, tetapi saya sangat senang ketika saya memiliki kesempatan untuk bermain bersama dengan Dan Sturridge.”

Milan Tidak Berpikiran Untuk Menjual Suso

Keinginan AS Roma untuk mendapatkan jasa pemain AC Milan, Suso sepertinya tidak akan dapat menjadi kenyataan, setidaknya itu menurur Direktur olah raga Rossoneri, Leonard. Hal tersebut dikarenakan Leonardo sudah memastikan bahwa sosok pemain kelaihran Spanyol tersebut tidak akan dijaganya dari tawaran tim manapun.

Selama dibawah asuhan Gennaro Gattuso, Suso memang mulai tampil lebih hebat dari sebelumnya. Pada musim lalu, mantan pemain Liverpool tersebut sudah bermain di total 50 laga pada semua kompetisi. Ditambah dengan torehan delapan gol serta 14 assist.
Hal tersebut lah yang menjadikan tim-tim lain tertarik untuk membawanya ke tim, begitu juga dengan Roma. Roma sendiri sudah melakukan beragam cara untuk mendapatkan jasa Suso. Malahan mereka dikabarkan sudah melakukan pertemuan dengan pihak Suso untuk mempermudah kepindahannya.

Sayangnya impian Giallorossi untuk menjadikan Stadio Olimpico sebagai rumah baru Suso tidak akan terwujud. Hal tersebut karena direktur olah raga Milan tidak pernah memiliki niat untuk menjualnya ke klub lain.
“Kami tidak pernah memikirkan soal kepergiannya,” Ucap Leonardo yang di kutip dari Football Italia.
“Tidak ada hal yang membuat kami ingin berpikir sebalinya. Dia sangat penting bagi kami, pertemuan tersebut terjadi hanya untuk mengenal pemilik barunya. Tidak ada alasan untuk berpikir dia tidak dapat tinggal disini.”

Sebelum-sebelumnya terdapat laporan bahwa Leonardo bersama dengan Paolo Maldini telah melakukan pertemuan dengan agen Suso, Leonardo Lucci. Lelaki berumur 48 tahun tersebut mengaku hanya melakukan pembicaraan biasa, bukan soal kepindahan.
“Kami tidak berbicara soal tawaran, kami hanya berbicara soal apa yang sudah ada.” lanjutnya
“Kami perlu bertemu dengan seluruh pemain secara individu, Pertemuan ini adalah hal yang biasa dalam kepemilikan yang baru.”

Rossonoeri juga sempat dikabarkan sedikit lagi mendapatkan Tiemoue Bakayoko dari Chelsea, yang mana akan bergabung sebagai pemain pinjaman.
“Saya tidak akan menyangkal apa yang kami bicarakan. Kami akan melihat apa yang terjadi, kami masih memiliki tujuh hari dan kami akan melihat apa kemungkinan yang sebenarnya. Tidak tidak berpikiran soal kemungkinan.”

Milan juga telah dikaitkan dengan pemain gelandang Lazio, Sergej Milinkovic-Savic. Akan tetapi pria kelahiran Brazil tersebut lagi-lagi menyangkal hal itu.
“Ini sulit, sayangnya tidak tidak cocok dengan parameter kami saat ini,” Pungkasnya.
“Setengah orang Eropa memimpikan dia, dia adalah pesepakbola modern, dia memiliki kepala yang bagus dan mampu mencetak gol. Sayangnya itu tidak layak untuk sekarang ini.”

Menang Melawan Leicester City, Paul Pogba Memuji Kinerja Timnya

Pemain gelandang Manchester United, Paul Pogba mengaku dirinya sudah puas atas kemenangan Manchester United melawan Leicester City pada dini hari tadi. Pemain kelahiran Prancis tersebut mengaku kemenangan tersebut dapat terjadi karena penampilan apik rekan-rekannya, seperti Fred dan Andreas Pereira dibagian tengah serta Luke Shaw yang mencetak gol.

Sebagai informasi Manchester United berhasil memimpin klasemen sementara Liga Inggris dengan memenangi laga pertama pada musim ini. Hasil tersebut diraih mereka setelah mengalahkan Leicester City dengak skor 2-1.
Pada laga tersebut, pelatih Jose Mourinho menggunakan formasi tiga pemain gelandang. Para pemain tersebut tidak lain adalah Paul Pogba, Fred dan Andreas Pereira.
Walaupun belum mampu terhubung secara sempurna, akan tetapi ketiga pemain berhasil bermain dengan penampilan yang cukup hebat di lini tengah The Red Devils.
“Andreas Pereire telah bermain sangat baik selama masa pramusim, saya menyaksikan hal tersebut, dan Fred juga berhasil datang dan bermain dengan hebat,” Ucap Pogba yang dilansir dari laman resmi Manchester United.

Pogba menilai kedua pemain tersebut memiliki kemampuan dan bakat yang hebat. Walaupun Pereira masih muda tetapi Pogba meyakini sang pemain sudah memiliki kualitas untuk bermain di Premier League.
“Saya sudah melihat kemampuan mereka dan mereka berdua merupakan pemain yang hebat. Meskipun Andreas lebih muda tetapi dia memiliki kualitas dan karakter yang diperlukan untuk bermain di Premier League.”

Pogba sendiri mengajak untuk tidak terlalu menilai Fred pada pertandingan ini. Mengingat pertandingan tersebut merupakan pertandingan pertamanya sehingga masih memerlukan waktu untuk beradaptasi.
“Fred baru datang dan untuk pertandingan pertamanya, dia bermain dengan hebat.”
“Ini merupakan pertandingan pertamanya dan anda harus tau bahwa dia perlu beradaptasi. Hal tersebut tidak mudah. Tetapi dia telah melakukan hal yang hebat pada kemenangan hari ini.”

Terakhir Pogba juga memuji permainan yang selalu ditunjukkan Luke Shaw. Meskipun Shaw sering mendapat kritikan tetapi Pogba memastikan bahwa sang pemain sudah berlatih dengan sangat keras.
“Luke merupakan seseorang yang sang bekerja keras pada sesi latihan. Orang-orang mengkritiknya dan dia tidak dapat memiliki banyak kesempatan untuk bermain di musim lalu.”
“Tetapi setiap kali dia bermain, dia menampilkan penampilan yang baik dan menunjukkan sesuatu yang hebat. Saya rasa dia pantas menerima rasa hormat .”

Sementara itu Manchester United akan menjalani laga kedua mereka pada minggu depan. Pada laga tersebut United akan berkunjung ke AMEX Stadium untuk menghadapi Brighton&Hove Albion

Luke Shaw Ingin Menjadi Bek Terbaik Di Dunia

Pemain belakang Manchester United, Luke Shaw berhasil mencetak gol pertamanya di level senior ketika menghadapi Leicester City. Dan pada sesi wawancara setelah pertandingan tersebut Shaw mengaku ingin menjadi salah satu bek kiri terbaik didunia.

Shaw berhasil mencetak gol kedua United pada menit ke-83 di laga pembuka Premier League 2018-2019 melawan Leicester City. Golnya tersebut berawal dari Juan Mata yang diterimanya, kemudian langsung menggiring bola dan mengecoh Ricardo Pereira sebelum akhirnya membobol gawang Kasper Schmeichel.

Setela go tersebut, United sempat kebobolan satu gol lewat tindakan Jamie Vardy. Alhasil pertandingan pun selesai dengan kemenangan The Red Devils dengan skor 2-1.
Shaw sendiri saat ini sudah kembali ke tim regular setelah sebelumnya mengalami masa yang lumayan sulit karena cedera yang dideritanya. Sekarang pemain yang berumur 23 tahun tersebut diyakini akan menjadi pilihan utama bek utama sektor kiri oleh sang pelatih karena kesuksesannya pada pertandingan tersebut.
“Itu adalah gol pertama saya dan itulah yang terpenting saat ini, tidak pedulu bagaimana caranya saya mencetak gol,” Ucap Shaw kepada Sky Sports.
“Saya sebenarnya bermaksud untuk masuk kedalam dan saya berhasil berada di depan gawang dan memasukkannya. Ini merupakan perasaan terbaik yang pernah saya miliki sepanjang karir saya.”
“Saya telah bekerja sangat keras selama pramusim dan saya memiliki waktu luang yang banyak untuk merefleksikan diri, dan bekerja pada apa yang saya butuhkan. Bahkan pada mala mini, saya tau saya bisa menjadi lebih baik dan itulah yang ingin saya terus tampilkan kepada manajer.”

Shaw melanjutkan kata-katanya dengan mengatakan impiannya untuk menjadi pemain belakang sektor kiri terbaik di dunia. Dirinya yakin apa yang dimilikinya di tim, seperti pelatih dan rekannya akan dapat dijadikannya sebagai batu acuan untuk mencapai tujuannya tersebut.
“Saya tidak ingin berbicara terlalu cepat setelah satu pertandingan ini, tetapi saya ingin berada diatas sana dengan pemain belakang bagian kiri terbaik di dunia.” Lanjutnya
“Saya memiliki fondasi untuk melakukan itu disini bersama dengan manajer dan rekan saya di Manchester United. Saya ingin bermain untuk Inggris dan saya ingin kembali terlibat.”
“Saya tidak pikir saya bermain sebagus yang saya bisa dengan kemampuan penyerangan saya di musim lalu, dan hal itulah yang membuat saya dikenal.”

Kemenangan Tottenham Merupakan Keberuntungan

Pemain bek Tottenham, Jan Vertonghen mengaku dewi fortuna baru saja tersenyum kepada klubnya. Kata-kata tersebut diucapkan Vertonghen atas gol Dele Alli yang menjadi penentu kemenangan mereka atas Newcastle.

Jan Vertonghen mengakui Tottenham sedang beruntung atas kemenangan 2-1 mereka di laga pembuka Premier League melawan Newcastle United.
Vertonghen sendiri langsung membuat Spurs memimpin pada awal pertandingan di menit ke-8. Tetapi Joselu berhasil menyeimbangkan skor pada menit ke-11. Dan Dele Alli yang berhasil menciptakan gol terakhir sekaligus penentu pada menit ke-18.

Mohamed Diame sukses mengguncang pos Spurs pada awal babak kedua. Kemdian Vertonghen berhasil menggagalkan kesempatan Salomon Rondon untuk mencetak gol pertamanya setelah tendangannya meleset dari gawang Spurs.
“Mereka memiliki beberapa kesempatan yang baik dan dapat mengenai tiang dan mistar pada babak kedua,” Ucap Vertonghen ketika diwawancarai oleh pihak Sky Sports setelah pertandingan usai.
“Pada akhir pertandingan, kami dapat menjaga bola dengan baik. Ini terdengan gila tetapi kami dapat menciptakan pertahanan bagus ketika memegang bola.”
“Saya berhasil dapat mengenai bola tersebut dan tidak menjadikannya sebuah gol. Terkadang kami sedikit beruntung tetapi ini merupakan awalan yang sangat bagus bagi kami.”

Teknologi Garis Gawang menunjukkan bahwa gol pembuka Vertonghen hanya lewat 9 milimeter dari garis batas sebelum kiper Newcastle, Marti Dubravka langsung membuangnya keluar.
Ini merupakan gol Premier League pertama bagi pemain setelah dirinya sudah berpartisipasi selama lima tahun. Dirinya juga mendapat pujian karena berada dalam kondisi yang pas ketika suasananya sedang genting.
“Saya merupakan pria yang senang dengan teknolgi garis gawang,” Ucapnya.
“Saya berharap bisa mencetak lebih banyak lagi. Sudah banyak gol yang saya ciptakan berhasil diambil dari saya. Di kepala saya saya sudah mencetak gol pada setiap musim.”

Pemain gelandang kelahiran Inggris, Dele Ali lebih terkenal jika berhubungan soal mencetak gol. Dirinya berhasil mencetak gol yang indah setelah mendapatkan crossing dari Serge Aurier.
“Ini sangat penting. Semua orang tau bahwa pertandingan pertama merupakan pertandingan yang besar,” Ucap Ali.
“Ini akan menjadi musim yang panjang dan kami harus berkembang.”
“Pertandingan tadi sangat sulit. Newcastle merupakan musuh yang sulit untuk dikalahkan. Mereka memiliki para fans yang luar biasa juga, mereka sampai menciptakan suasana yang tidak begitu baik untuk bermain tetapi kami tau tugas yang harus kami selesaikan.”

Jose Mourinho Menyesalkan Pihak Manajemen MU

Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengatakan bahwa saat ini para manajer tim sepakbola tidak pantas lagi disebut ‘manajer’ tetapi ‘pelatih kepala’. Hal tersebut diucapkan Mourinho sebagai bentuk sindiran kepada pihak petinggi klub MU.

Sang pelatih melontarkan sindiran tersebut karena dirinya kecewa atas kegagalan klubnya untuk mendatangkan pemain pilihannya pada bursa transfer ini. Dia mengatakan butuh ‘enam bukannya tiga’ pemain.
Seperti yang kita tau United pada musim panas ini hanya membeli tiga pemain yaitu Fred, Diogo Dalot, dan Lee Grant. Dari ketiga pemain tersebut, hanya Fred yang diyakini akan dimainkan Mourinho secara reguler.
Walaupun sering menghadapi masalah selama masa pramusim dan masa persiapan menjelang musim baru, akan tetapi Mourinho berhasil membawa kemenangan kepada United pada laga perdana Premier League melawan Leicester dini hari tadi. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1.

Paul Pogba beserta dengan Luka Shaw merupakan pemain yang membawa kemenangan atas tim yang Mourinho bilang ‘berinvestasi lebih banyak’ dari pada mereka.
“Penting untuk meraih kemenangan dan bermain bagus, kami bermain bagus dalam beberapa kesempatan melawan tim bagus yang berinvestasi lebih dari kami,” ujar Mourinho dalam wawancara dengan Sky Sports.
“Pada Premier League, kami harus terbiasa untuk bermain dengan tim yang memiliki kualitas yang sama dengan kami,” lanjutnya.
“Lupakan nama, lupakan sejarah, lupakan seragam. Semua tim merupakan tim yang bagus. Ini akan menjadi musim yang sulit bagi semuanya, bukan hanya kami.”

Walaupun klubnya berhasil mendatangkan tiga pemain tersebut, akan tetapi Mourinho masih tidak senang bahkan dirinya mengatakan tidak merasakan perubahan besar di klubnya dari musim lalu karena tidak adanya pemain bek tengah yang baru. Alhasil sang pelatih jadi kesal dan sedikit menyindir petinggi United.
“Sepakbola telah berubah. Para manajer klub sepakbola harusnya lebih banyak dipanggil pelatih kepala. Kami memiliki banyak staff pelatih yang multi-fungsi dan saya berpikir kami lebih seperti pelatih kepala daripada seorang manajer.” Lanjutnya.
“Saya memiliki rencana saya sendiri di bulan-bulan berikunya dan saya menemukan tujuan saya pada awal Premier League ini, dengan selesainya masa transfer, saya dihadapakan dengan situasi yang saya sendiri tidak berpikir akan menghadapinya.”
“Saya pikir ini akan menjadi terakhir kalinya saya akan berbicara mengenai hal ini. Semuanya sudah selesai, bursa transfer sudah ditutup dan tidak ada lagi pembicaraan mengenai hal tersebut.”

Bergabung Dengan Juventus Sudah Menjadi Impian Ronaldo

Pemain mega-bintang Portugal, Cristiano Ronaldo mengaku dirinya sudah bermimpi sejak kecil untuk bermain untuk Juventus. Ronaldo juga merasa ‘tidak percaya’ atas sambutan dirinya di Turin serta memuji suasana kekeluargaan yang dimiliki Juve.

Cristiano Ronaldo sebelumnya sudah pindah ke Juventus dengan harga sebesar 100 Juta Euro plus bonus tambahan. Sang pemain pun sudah menjalani tes medis dan sudah diperkenalkan secara resmi oleh pihak klub.
Ronaldo sendiri sudah mengikuti masa pelatihan bersama Juventus. Kemudian sang pemain mengaku dirinya sangat senang dengan segala yang dimilikinya di Juventus.
“Saya merasa hebat. Semuanya sedang baik, hasil tes-nya juga baik, kemudian orang-orang di stadium, para fans, dan orang-orang yang ada di tempat latihan semuanya sangat baik kepada saya. Saya senang.” Ucap Ronaldo diwawancarai pihak Juventus TV.

Pemain yang pernah memenangkan Ballon d’Or tersebut mengejuatkan beragam pihak ketika keluar dari Madrid. Lantas apa yang membuat dirinya mau pindah?
“Klub yang hebat, pertama karena ini merupakan klub yang hebat. Sejak saya kecil, saya menonton tim ini dan berharap bisa bermain disini suatu hari nanti. Sekarang saya akan bermain di klub yang luar biasa ini, salah satu klub terbesar di dunia.”
“Saya bahagia.”
“Saya tidak memiliki momen yang khusus ketika saya memilih. Ketika tahun-tahun sebelumnya, kami beberapa kali bertanding melawan Juve dan saya memiliki perasaan spesial bahwa para pendukung orang Itali suka dengan Cristiano.”
“Ini merupakan klub terbesar di Itali, merupakan salah satu klub terbesar di dunia, jadi kemarin merupakan keputusan yang mudah, mengingat Juve merupakan klub yang luar biasa.”

Ketika Real Madrid memenangkan laga perempat final Champions League di Turin pada musim lalu, Ronaldo mencetak gol dengan tendangan salto yang sensasional. Alhasil seluruh pendukung baik Madrid atau Juventus bertepuk tangan sambil berdiri melihat aksi sang pemain.
“Tidak dapat dipercaya. Saya mengingat hal itu setiap harinya, hal tersebut tidak pernah terjadi kepada saya sebelumnya. Pada laga Champions League melawan Juve, di perempat-final, anda mencetak gold an melihat semuanya di stadium bertepuk tangan demi anda.
“Itu benar-benar perasaan yang luar biasa.”
“Saya merasa terkejut diawalnya. Saya terbiasa untuk mengikuti Juve dan saya menyukai klub, tetapi sejak saat itu saya jadi lebih suka lagi dengan mereka.”
“Saya tidak akan mengatakan hal tersebut merupakan titik keputusan saya, tetapi salah satunya.”