Jose Mourinho Menyesalkan Pihak Manajemen MU

Jose Mourinho Menyesalkan Pihak Manajemen MUManajer Manchester United, Jose Mourinho mengatakan bahwa saat ini para manajer tim sepakbola tidak pantas lagi disebut ‘manajer’ tetapi ‘pelatih kepala’. Hal tersebut diucapkan Mourinho sebagai bentuk sindiran kepada pihak petinggi klub MU.

Sang pelatih melontarkan sindiran tersebut karena dirinya kecewa atas kegagalan klubnya untuk mendatangkan pemain pilihannya pada bursa transfer ini. Dia mengatakan butuh ‘enam bukannya tiga’ pemain.
Seperti yang kita tau United pada musim panas ini hanya membeli tiga pemain yaitu Fred, Diogo Dalot, dan Lee Grant. Dari ketiga pemain tersebut, hanya Fred yang diyakini akan dimainkan Mourinho secara reguler.
Walaupun sering menghadapi masalah selama masa pramusim dan masa persiapan menjelang musim baru, akan tetapi Mourinho berhasil membawa kemenangan kepada United pada laga perdana Premier League melawan Leicester dini hari tadi. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1.

Paul Pogba beserta dengan Luka Shaw merupakan pemain yang membawa kemenangan atas tim yang Mourinho bilang ‘berinvestasi lebih banyak’ dari pada mereka.
“Penting untuk meraih kemenangan dan bermain bagus, kami bermain bagus dalam beberapa kesempatan melawan tim bagus yang berinvestasi lebih dari kami,” ujar Mourinho dalam wawancara dengan Sky Sports.
“Pada Premier League, kami harus terbiasa untuk bermain dengan tim yang memiliki kualitas yang sama dengan kami,” lanjutnya.
“Lupakan nama, lupakan sejarah, lupakan seragam. Semua tim merupakan tim yang bagus. Ini akan menjadi musim yang sulit bagi semuanya, bukan hanya kami.”

Walaupun klubnya berhasil mendatangkan tiga pemain tersebut, akan tetapi Mourinho masih tidak senang bahkan dirinya mengatakan tidak merasakan perubahan besar di klubnya dari musim lalu karena tidak adanya pemain bek tengah yang baru. Alhasil sang pelatih jadi kesal dan sedikit menyindir petinggi United.
“Sepakbola telah berubah. Para manajer klub sepakbola harusnya lebih banyak dipanggil pelatih kepala. Kami memiliki banyak staff pelatih yang multi-fungsi dan saya berpikir kami lebih seperti pelatih kepala daripada seorang manajer.” Lanjutnya.
“Saya memiliki rencana saya sendiri di bulan-bulan berikunya dan saya menemukan tujuan saya pada awal Premier League ini, dengan selesainya masa transfer, saya dihadapakan dengan situasi yang saya sendiri tidak berpikir akan menghadapinya.”
“Saya pikir ini akan menjadi terakhir kalinya saya akan berbicara mengenai hal ini. Semuanya sudah selesai, bursa transfer sudah ditutup dan tidak ada lagi pembicaraan mengenai hal tersebut.”

Bergabung Dengan Juventus Sudah Menjadi Impian Ronaldo

Bergabung Dengan Juventus Sudah Menjadi Impian RonaldoPemain mega-bintang Portugal, Cristiano Ronaldo mengaku dirinya sudah bermimpi sejak kecil untuk bermain untuk Juventus. Ronaldo juga merasa ‘tidak percaya’ atas sambutan dirinya di Turin serta memuji suasana kekeluargaan yang dimiliki Juve.

Cristiano Ronaldo sebelumnya sudah pindah ke Juventus dengan harga sebesar 100 Juta Euro plus bonus tambahan. Sang pemain pun sudah menjalani tes medis dan sudah diperkenalkan secara resmi oleh pihak klub.
Ronaldo sendiri sudah mengikuti masa pelatihan bersama Juventus. Kemudian sang pemain mengaku dirinya sangat senang dengan segala yang dimilikinya di Juventus.
“Saya merasa hebat. Semuanya sedang baik, hasil tes-nya juga baik, kemudian orang-orang di stadium, para fans, dan orang-orang yang ada di tempat latihan semuanya sangat baik kepada saya. Saya senang.” Ucap Ronaldo diwawancarai pihak Juventus TV.

Pemain yang pernah memenangkan Ballon d’Or tersebut mengejuatkan beragam pihak ketika keluar dari Madrid. Lantas apa yang membuat dirinya mau pindah?
“Klub yang hebat, pertama karena ini merupakan klub yang hebat. Sejak saya kecil, saya menonton tim ini dan berharap bisa bermain disini suatu hari nanti. Sekarang saya akan bermain di klub yang luar biasa ini, salah satu klub terbesar di dunia.”
“Saya bahagia.”
“Saya tidak memiliki momen yang khusus ketika saya memilih. Ketika tahun-tahun sebelumnya, kami beberapa kali bertanding melawan Juve dan saya memiliki perasaan spesial bahwa para pendukung orang Itali suka dengan Cristiano.”
“Ini merupakan klub terbesar di Itali, merupakan salah satu klub terbesar di dunia, jadi kemarin merupakan keputusan yang mudah, mengingat Juve merupakan klub yang luar biasa.”

Ketika Real Madrid memenangkan laga perempat final Champions League di Turin pada musim lalu, Ronaldo mencetak gol dengan tendangan salto yang sensasional. Alhasil seluruh pendukung baik Madrid atau Juventus bertepuk tangan sambil berdiri melihat aksi sang pemain.
“Tidak dapat dipercaya. Saya mengingat hal itu setiap harinya, hal tersebut tidak pernah terjadi kepada saya sebelumnya. Pada laga Champions League melawan Juve, di perempat-final, anda mencetak gold an melihat semuanya di stadium bertepuk tangan demi anda.
“Itu benar-benar perasaan yang luar biasa.”
“Saya merasa terkejut diawalnya. Saya terbiasa untuk mengikuti Juve dan saya menyukai klub, tetapi sejak saat itu saya jadi lebih suka lagi dengan mereka.”
“Saya tidak akan mengatakan hal tersebut merupakan titik keputusan saya, tetapi salah satunya.”